Tuesday, 11 October 2016

Pulang

barisan kata ini aku buat ketika aku teringat akan senyumu
wanita paruh baya dengan kerutan di dahi dan pipinya
namun tak lelah untuk selalu tersenyum
dari bibirnya terlantur ayat-ayat indah teriring harapan tanpa henti
entah apa yang ia katakan berdua bersama Tuhannya
hanya dirinya dan Tuhan yang tahu



mungkin dia bukanlah wanita dengan beribu ungkapan rasa sayang
tapi ia memiliki seribu, jutaan, atau milyaran kasih sayang
yang aku yakin kita tak akan sanggup menghitungnya.
kasih sayangnya tak terhalang oleh jarak pandang yang berkabut
kasih sayangnya tak terbentur oleh waktu yang terus berputar
kasih sayangnya tak pernah terhenti


wanita ini adalah tempat dimana aku pulang
bukan berupa atap dengan pagar beserta kusen pintu dan jendela, bukan
dimana dia berada, disitulah aku merasa kembali pulang ke rumah
rasa hangatnya
kelembutannya
disanalah aku merasa aku berada

ingin rasanya aku berlari menerobos waktu untuk berada disana
izinkanlah aku untuk merasakan itu kembali
ingin rasanya aku untuk pulang, bu



Purwokerto, malam dimana semua makluk hidup merasakan indahnya sebuah mimpi 

No comments:

Post a Comment