Sunday, 4 August 2013

Wrong Or Right Part 12





“Hai.” Sapa Alexa ketika ia menemukan sosok Jenny sedang duduk di café hotel.
Jenny hanya melihatnya sekilas, lalu kembali sibuk dengan Blackberry-nya. Alexa mengambil kursi di sebrangnya lalu duduk.
“I’m so sorry. Tadi aku ke atas sebentar ngambil ponsel.”
“Kamu tahu sekarang jam berapa? Jam 9. Aku udah nunggu lebih dari 2 jam, Lex.” Seru Jenny kesal. “Gagal deh aku ke pantai bareng bule keren.”
“Aduh… maaf ya. Maaf banget Jen. Nanti aku cariin bule yang lebih ganteng dan lebih keren deh.”
“Udah telat.” Jenny kemudian bangkit lalu berjalan pergi
Alexa mengejar Jenny dan menghambat jalan Jenny dengan berhenti di depannya.
“Oke. Aku benar-benar minta maaf. Sekarang apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku?” alexa sudah memasang tampang memelas.
“Traktir aku makan di resto dekat Jimbaran. Sunset. Karena waktu sunset pemandangannya bagus.”
“Kenapa kamu selalu minta yang susah di dapat sih, Jenny?”
“Susah dimana? Aku Cuma minta makan disana kok? Kalau kamu nggak mau ketinggalan. Mending booking dari sekarang.” Jenny pergi meninggalkan Alexa sendiri di lobby.
“Jenny!!!.” Seru Alexa gemas.
***
“Thanks Alexa.” Jenny memeluk Alexa dengan eratnya. “Akhirnya aku bisa juga makan malam di temani sunset nan indah.”
Alexa hanya tersenyum miris. Perjuangannya dapat booking tempat di restoran ini memang cukup sulit. Apalagi sekarangg sedang musim liburan. Alexa merasa sangat beruntung karena masih ada meja kosong.
“Oh ya. Steve mana? Dari tadi pagi aku nggak liat.” Ucap Jenny seraya menyeruput minumannya.
Alexa mengangkat bahu. Ia sama sekali tidak tahu dimana Steve. Sewaktu ia kembali ke kamar tadi siang, Steve sudah tidak ada disana. Menghilang.
“Mungkin ia sudah kembali ke Jakarta. Dia kan masih punya pemotretan.” Ucap Alexa akhirnya.

****

2 hari di Bali terasa amat singkat. Kalau bukan karena ia harus kembali bekerja, mungkin ia masih ingin berlama-lama di pulau dewata itu.
“Kamu pengen langsung pulang atau gimana, Lex?” Tanya Jenny ketika mereka sedang mengambil barang di bandara.
“Langsung pulang aja deh. Capek. Lagian besok harus langsung kerja lagi.”
“Ya udah. Bye bye, honey.” Jenny mengecup pipi Alexa. “Hati-hati di jalan. Udah malam.”
Alexa mengangguk. “Oh ya. Pulang sama siapa?”
“Reno udah nunggu katanya. Tapi dari tadi aku belum liat. Kamu?”
“Aku naik taksi aja.”
***
Perjalanan dari bandara ke apartement Alexa cukup jauh. Hal itu membuat Alexa hamper tertidur di dalam taksi.
“Neng. Udah sampai.” Ucap supir taksi yang membawa Alexa.
Alexa terbangun. Menggoyangkan kepalanya yang pusing karena barusan di bangunkan. “Oh ya pak. Makasih.” Ia menyodorkan 2 lembar uang 50.000


Alexa menarik kopernya dengan mata setengah mengantuk. Di tariknya tanpa semangat. Apartementnya malam itu sepi sekali. Dilirik  jam tangannya pukul 11 malam. Sudah pasti sepi. Orang-orang pasti sekarang sedang tidur nyenyak di ranjangnya masing-masing, bukan sedang menggeret koper seperti dirinya.
Ketika lift dimana apartementnya terbuka. Alexa menemukan seseornag sedang menunggu di depan pintu apartementnya. Steve
“Hai.” Ucap Steve ramah.
“Apa yang kau lakukan disini, Steve? Pulanglah ini sudah larut malam.”
“Aku hanya ingin bertemu denganmu. Maaf aku tidak bisa menjemputmu di bandara. Terlalu banyak orang.”
“Kita masih bisa bertemu besok. Di kantor.” Alexa mengusap matanya lalu berusaha membuka pintu apartementnya. “Sekarang aku benar-benar butuh tidur.”
“Aku bisa menemanimu tidur.”
Aku menoleh dan menatap matanya. “Pulanglah Steve.” Alexa mauk ke dalam apartementnya. “Selamat malam, Steve.” Alexa lalu menutup pintu apartementnya. Meninggalkan Steve terpaku di luar.

2 comments:

  1. Hadduuhhh.. Ni mauny gmna???
    Bntar2 si Alexany mau sma Steve! Bntar2 nggak! Ckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. alexanya galau nih. sama kayak authornya. hhhhh :l

      Delete