Monday, 24 June 2013

Always Love You - Prolog

Ini project baru aku (Revenge sama WOR aja belum selesai udah ada cerita baru -__-") maafkan aku... untuk dua cerita itu. belum menemukan kembali moodnya. Cerita ini juga sebenernya belum rampung (Dasar...) Ya pokoknya selamat menimatilah, karena genre cerita ini menurut aku baru dan sedikit tabu. Enjoy


PROLOG


“Aku akan bertanggung jawab. Aku janji.” Ucap laki-laki di sampingku dengan tegas. “Kalau sampai sesuatu terjadi padamu. Jangan ragu untuk beritahu aku.”
Aku menatapnya dengan ragu. Benarkah ia akan bertanggung jawab? Oh entahlah. Sebenarnya ini semua salahku. Mengapa aku terlalu larut pada gairah semu yang mengakibatkan kini kami berada di ranjang dengan telanjang bulat. Seluruh tubuhku terasa nyeri ketika aku menggerakannya. Haruskah aku menangis sekarang? Tapi aku melakukannya dengan kesadaran penuh. Oh tuhan, apa yang harus aku lakukan?
“Sayang? Kau baik-baik saja?” suara itu begitu lembut terdengar di telingaku. Priaku mengkhawatirkanku.
Aku tersenyum kecil lalu menggeleng. “Aku baik-baik saja.” Aku beranjak dari tempat tidur dengan membawa selimut yang melilitku. Jujur saja aku masih malu bertelanjang di depannya walaupun kami sudah melewati malam yang begitu… panas. Aku mengernyit sakit ketika kakiku menyentuh lantai. Sesuatu di bawah perutku terasa sakit.
“Kenapa sayang? Sakit?” priaku langsung beranjak turun dari tempat tidur lalu meembantuku menopang tubuhku. “Maaf sayang.” Ia kembali memasang wajah menyesal.
Aku mengelus rambutnya dengan lembut. “Aku tidak apa-apa. Cuma sedikit sakit.”
“Kau mau kemana? Ke kamar mandi? Akan ku bantu.”
Aku tersenyum ketika ia membantuku berjalan ke kamar mandi. Oh priaku. Apakah mungkin kita akan bersatu?
####
Hari ini aku sudah muntah-muntah selama beberapa kali, membuatku harus absen tidak bisa masuk kuliah. Aku menatap diriku di depan cermin kamar mandi. Begitu pucat dan putih. Kepalaku pun sangat pusing.
Ketika aku memutar tubuhku aku mendengar samar-samar suara iklan di televise. Iklan pembalut. Aku berhenti sejenak di depan televise. Pembalut? Aku terdiam. Lalu secepat kilat aku berlari menuju kalender yang terpaku di dinding. Seharusnya aku mendapat periodeku beberapa minggu yang lalu, dan aku tidak pernah terlambat. Apakah… apakah… ya tuhan! Apakah aku hamil????

6 comments:

  1. Lnjut mbak!!:D
    Ak udh pnasaran nih!
    Wkwkwk

    ReplyDelete
  2. Oh ya mbak.. Yg itu yg tlisanny "Be strong, be inspiring, be you'reself"
    Itu slah.. Yg bner tu "be strong, be inspiring, be yourself" :D

    ReplyDelete
  3. salah ya... ok ntr aku ubah hehe
    ntr aku posting. senangnya ada yang nungguin :)))
    di panggil mba serasa tua ya pdhl aku masih kuliah hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ak mlah msih SMA lho.. Hihi.. Thun dpan bru kuliah.. Tpi udh d pnggil mbak..T--T

      Delete
  4. wawawawawawawa...salam kenal onne-san ( benar gak ya penulisannya,hahahaha ) fans baru nih, ceritanya seru, ditunggu lanjutannya...>,>

    ReplyDelete
    Replies
    1. akhhh... jadi malu mba... *umpetin muka dalam kantong kresek* kalau d banding sama cerita mba. kalah jauh banget hehe....
      oke mba sip.... jadi semangat ngelanjutinnya :)))

      Delete